JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi dan Cianjur dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana hidrometeorologi yang cukup parah. Untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Rakor yang digelar di Pendopo Sukabumi, Minggu (8/12), dihadiri langsung oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, Bupati Sukabumi dan Cianjur, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Dalam arahannya, Kepala BNPB menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antar semua pihak untuk mengatasi dampak bencana.
“Fokus utama kita saat ini adalah memastikan akses jalan yang terputus dan tertimbun segera dibuka agar tidak ada masyarakat yang terisolasi,” tegas Suharyanto. Ia mengapresiasi upaya pemerintah daerah Sukabumi dalam menangani akses jalan yang terputus.
Selain itu, Kepala BNPB juga meminta agar pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. “Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk pasokan BBM, dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi ini telah melanda 39 kecamatan dan 158 desa di wilayahnya. Hujan deras mengakibatkan tanah longsor, banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah di sejumlah titik.
“Korban terdampak mencapai 3.252 keluarga, dengan ratusan rumah rusak dan puluhan fasilitas umum seperti jembatan dan sekolah mengalami kerusakan,” ungkap Bupati Marwan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengerahkan sembilan perangkat daerah untuk membantu penanganan bencana, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Bina Marga, dan Dinas Sosial.
Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, meminta agar BPBD Kabupaten/Kota lebih teliti dalam melakukan pendataan rumah rusak agar bantuan dapat tepat sasaran. “Standar penilaian kerusakan rumah kadang berbeda antara pusat dan daerah, sehingga perlu dilakukan verifikasi yang cermat,” jelasnya.
Pada akhir rakor, Kepala BNPB menyerahkan bantuan logistik dan peralatan secara simbolis kepada Bupati Sukabumi. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Saat ini, sebagian besar akses jalan di wilayah terdampak sudah dapat dilalui, meskipun masih ada beberapa kecamatan yang sulit dijangkau. Pemerintah daerah dan tim gabungan terus berupaya untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat.(*)















