Menu

Mode Gelap

News · 19 Des 2024 13:38 WIB

Kabupaten Sukabumi Genjot Regenerasi Petani dan Sektor Perikanan untuk Atasi Krisis Pangan


					Kegiatan rapat evaluasi pelaksanaan program regenerasi petani Tahun 2024 dan Rencana Program Tahun 2025. Perbesar

Kegiatan rapat evaluasi pelaksanaan program regenerasi petani Tahun 2024 dan Rencana Program Tahun 2025.

JENTERANEWS.com – Menghadapi ancaman krisis pangan dan penurunan jumlah petani, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perikanan, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menggencarkan Program Regenerasi Petani. Program ini bertujuan meningkatkan produksi sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan kolaborasi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menekankan pentingnya program ini dalam rapat evaluasi pelaksanaan program regenerasi petani tahun 2024 dan perencanaan program tahun 2025. Rapat tersebut bertujuan mengukur capaian indikator dan efektivitas program, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga perikanan.

“Evaluasi menunjukkan adanya penurunan keaktifan peserta di sektor pertanian, termasuk perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan di Kabupaten Sukabumi. Ini menjadi perhatian serius bagi kita,” ujar Nunung pada Rabu (18/12/2024).

Sebagai tindak lanjut, Dinas Perikanan akan melakukan serangkaian intervensi, termasuk peningkatan komunikasi dengan peserta program, khususnya di sektor perikanan. Selain itu, pengelola program akan mengidentifikasi ulang keaktifan peserta dan mendorong kemitraan yang lebih kuat.

“Ke depan, penting mengadakan lokakarya antara pengelola program dan peserta untuk berbagi pengalaman dan strategi yang dapat meningkatkan efektivitas program ini, terutama di sektor perikanan,” tegas Nunung.

Lebih lanjut, Nunung menambahkan bahwa kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan sangat krusial. “Intinya, kita perlu bersama-sama mencari solusi agar regenerasi petani tetap berjalan dan sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi dapat berkembang pesat,” sambungnya.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Nunung berharap Program Regenerasi Petani tidak hanya meningkatkan jumlah petani yang aktif, tetapi juga menciptakan sistem pertanian dan perikanan yang lebih berkelanjutan dan produktif di Kabupaten Sukabumi. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan di wilayah tersebut.(*)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News