JENTERANEWS.com – Bencana tanah longsor melanda Kampung Cikamuning, Desa Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (22/5/2026) dini hari. Curah hujan dengan intensitas lebat dan durasi yang panjang memicu ambrolnya sebuah tebing yang mengancam permukiman warga.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 00.15 WIB di lingkungan RT 003 RW 006.
Tebing daman yang mengalami longsor tersebut tercatat memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar 5 meter. Meski tidak ada laporan mengenai korban jiwa, material longsor dan kondisi tanah yang labil kini mengancam keselamatan tiga Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di dekat lokasi kejadian.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Tim Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikidang telah terjun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan pendataan.
Penanganan darurat langsung dilakukan secara sinergis. Tim Pusdalops BPBD berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, para relawan, serta masyarakat sekitar. Pada Jumat pagi, aparat gabungan bersama warga terpantau mulai bergotong royong menggunakan alat seadanya untuk membersihkan material tanah longsor yang menutup area terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD dan aparat terkait masih melakukan kajian mendalam untuk menghitung total kerugian materiil akibat bencana alam ini.
Guna mencegah longsor susulan dan mengamankan area tebing yang kritis, petugas di lapangan melaporkan adanya sejumlah kebutuhan logistik darurat. Bantuan mendesak yang saat ini sangat dibutuhkan oleh warga di lokasi kejadian meliputi:
-
Terpal: Untuk menutup area rekahan tanah agar tidak kembali tergerus air hujan.
-
Bronjong Kawat: Sebagai penahan tebing sementara untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut.
Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi terus mengimbau warga, khususnya yang berada di sekitar area perbukitan dan tebing, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan mengingat curah hujan di wilayah Sukabumi yang masih tinggi.
Sumber data: Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi & Laporan Perangkat Desa Cikidang.















