Menu

Mode Gelap

News · 7 Des 2024 19:59 WIB

Akses Jalan Putus, Ribuan Warga Terisolasi di Bangbayang Sukabumi


					Warga Bangbayang dan Nangela, Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, evakuasi longsoran yang menutup akses jalan kabupaten penghubung kedua desa, dampak bencana 4 Desember 2024 Perbesar

Warga Bangbayang dan Nangela, Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, evakuasi longsoran yang menutup akses jalan kabupaten penghubung kedua desa, dampak bencana 4 Desember 2024

JENTERANEWS.com – Bencana longsor yang terjadi pada Rabu lalu (4/12) semakin mempersulit kehidupan warga Desa Bangbayang dan Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Jalan kabupaten yang menjadi satu-satunya akses penghubung kedua desa tersebut putus total, mengakibatkan ribuan warga terisolasi.

Jalan sepanjang 24 kilometer yang menghubungkan Bangbayang dan Nangela ini memang sudah lama dalam kondisi memprihatinkan, terutama pada ruas yang dikelola oleh kedua desa. Kondisi jalan yang rusak parah, ditambah lagi dengan jembatan-jembatan tua yang rapuh, membuat akses transportasi menjadi sangat sulit, bahkan sebelum terjadinya longsor.

Kepala Desa Bangbayang, Dadang Mulyana, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi jalan tersebut. “Jalan ini adalah satu-satunya akses kami menuju pusat kecamatan. Dengan putusnya jalan ini, kami seolah-olah terasing dari dunia luar,” ujarnya. Sabtu (7/12/2024)

Warga kedua desa terpaksa menempuh jarak yang jauh dan melelahkan untuk mencapai pusat kecamatan. Jika ingin ke Tegalbuleud, mereka harus memutar melalui jalur Ciguyang Sagaranten sejauh 70 kilometer atau melalui Kalibunder, Cimanggu, Jampangkulon, dan Cibitung dengan jarak tempuh hampir 120 kilometer. Padahal, jika jalan Bangbayang-Nangela dalam kondisi baik, jarak tempuhnya hanya sekitar 25 kilometer.

Beberapa jembatan yang dibangun pada tahun 2010, seperti jembatan Cilantung, Cikerud, Cigugur Girang, dan Cigugur Hilir, juga membutuhkan perbaikan serius. Kondisi jembatan-jembatan ini semakin mempersulit akses transportasi dan mengancam keselamatan warga.

Dadang berharap pemerintah provinsi dan pusat segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. “Kami sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah kami. Ini adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat,” tegasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News