Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 24 Apr 2025 14:10 WIB

Aksi Nyata P5: SMAN 1 Sagaranten Turunkan Ratusan Siswa Bersihkan Lingkungan hingga Sungai


					Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sagaranten bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar sekolah sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertema lingkungan, Kamis (24/4/2025). Perbesar

Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sagaranten bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar sekolah sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertema lingkungan, Kamis (24/4/2025).

JENTERANEWS.com – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, tak hanya berdiam diri di ruang kelas. Pada Kamis (24/4/2025), mereka turun langsung ke lapangan, bahkan hingga menyentuh aliran sungai, dalam sebuah aksi bersih-bersih lingkungan besar-besaran. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyukseskan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Aksi mulia yang melibatkan seluruh siswa dari kelas 10 hingga kelas 12 ini tak dilakukan sendirian. Berbagai elemen masyarakat dan pemerintah turut andil, menunjukkan sinergi positif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Terlihat hadir dan berpartisipasi aktif antara lain Pemerintah Desa Sagaranten, Pemerintah Desa Pasanggrahan, Pemerintah Kecamatan Sagaranten, jajaran Polsek Sagaranten, personel Koramil 2211/Sagaranten, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta masyarakat setempat.

Apel pagi menjadi penanda dimulainya kegiatan bersih lingkungan yang melibatkan seluruh siswa SMAN 1 Sagaranten, Kamis (24/4/2025). Terlihat barisan pelajar bersama personel Koramil, Polsek, dan jajaran pemerintah daerah siap beraksi demi suksesnya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Apel pagi menjadi penanda dimulainya kegiatan bersih lingkungan yang melibatkan seluruh siswa SMAN 1 Sagaranten, Kamis (24/4/2025). Terlihat barisan pelajar bersama personel Koramil, Polsek, dan jajaran pemerintah daerah siap beraksi demi suksesnya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Pembina Osis SMA Negeri 1 Sagaranten, Rika, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didukung dan diikuti oleh seluruh siswa. “Semua siswa dari kelas 10 sampai kelas 12 semuanya turut andil dalam membersihkan kawasan Sagaranten,” ujar Rika.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari tema P5, yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka. “P5 adalah singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang merupakan kegiatan kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka. Projek ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi dan karakter pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek,” terang Rika.

Lebih lanjut, Rika menambahkan bahwa P5 menekankan pendekatan yang holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif. Proyek semacam ini biasanya dilakukan selama 1-2 minggu dan mendorong siswa untuk mengamati serta mencari solusi terhadap masalah yang ada di sekitar mereka.

Fokus pembersihan tidak hanya pada sampah di daratan, namun juga merambah ke area sungai. Beberapa guru, serta personel TNI dan Polri, terlihat turut serta terjun langsung ke sungai untuk mengangkat sampah yang menyumbat aliran air.

Aksi nyata P5: Siswa SMAN 1 Sagaranten bersama guru dan aparat bersinergi membersihkan sampah di aliran sungai, Kamis (24/4/2025).

Aksi nyata P5: Siswa SMAN 1 Sagaranten bersama guru dan aparat bersinergi membersihkan sampah di aliran sungai, Kamis (24/4/2025).

Menurut Rika, tujuan utama dari pelaksanaan program P5 kali ini melalui aksi bersih lingkungan adalah untuk menanamkan jiwa cinta kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan pada diri siswa. “Karena keindahan dan kelestarian lingkungan adalah tanggungjawab kita, maka kita yang harus menjaganya,” tegasnya, mengingatkan pentingnya peran setiap individu dalam menjaga kelestarian alam.

Pemilihan lokasi aksi, yakni di sekitar lingkungan sekolah hingga area lapangan bola sawit nunggal Sagaranten, didasari oleh observasi banyaknya sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh masyarakat di kawasan tersebut. “Sebelum merambah ke wilayah yang lebih luas, lingkungan di sekitar sekolah dulu diutamakan sebagai titik awal,” jelas Rika.

Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan ini langsung diangkut oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Diketahui, SMA Negeri 1 Sagaranten sendiri telah memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS) di belakang gedung sekolah, sebagai fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan internal.

Melalui kegiatan P5 yang berfokus pada kebersihan lingkungan ini, diharapkan kesadaran dan praktik baik dalam menjaga kelestarian alam akan terus tumbuh dan menjadi kebiasaan bagi seluruh pelajar serta masyarakat di Sagaranten.(*)

Laporan: Ijus 

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 356 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kemendikdasmen Siapkan Skema Seleksi Adil untuk Penuntasan 237 Ribu Guru Honorer pada 2026

12 Mei 2026 - 15:52 WIB

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani (kiri), tengah memberikan penjelasan terkait penataan dan penugasan guru non-ASN dalam acara Taklimat Media di Gedung D Kemendikdasmen, Jakarta. Turut hadir mendampingi sejumlah pejabat kementerian dalam konferensi pers tersebut.

Menakar Kualitas Pendidikan, Sukabumi Siap Gelar TKA 2026

20 April 2026 - 13:05 WIB

Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di Sukabumi tampak fokus mengerjakan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2025/2026 menggunakan perangkat laptop, Senin (20/4/2026).

Sisa Puing Kebakaran dan Janji Kosong: Ratusan Siswa MTs Nurul Hasanah Bertaruh Nyawa di Ruang Kelas Retak

17 April 2026 - 17:59 WIB

Potret kerusakan parah pada salah satu bangunan ruang kelas MTs Nurul Hasanah di Kampung Cicukang, Kecamatan Curugkembar, pasca-kebakaran pada November 2025 lalu. Atap yang runtuh, puing-puing yang berserakan, dan sisa-sisa bangunan yang hangus ini menjadi pemandangan sehari-hari bagi ratusan siswa. Kondisi ini merupakan bukti kelambanan bantuan dari pihak berwenang, yang memaksa siswa bertaruh nyawa belajar di bawah bayang-bayang bahaya bangunan yang sewaktu-waktu dapat rubuh.

Star Energy Geothermal Salurkan Beasiswa Rp190 Juta untuk 19 Mahasiswa IPB

2 Desember 2025 - 13:16 WIB

Aksi Guru Madrasah Sukabumi Tuntut Kesetaraan P3K di Jakarta

30 Oktober 2025 - 13:23 WIB

Aksi Guru Madrasah Sukabumi Tuntut Kesetaraan P3K di Jakarta

SDN Margawati Kritis: Siswa Belajar di Luar, Kantor Jadi Gudang

21 Oktober 2025 - 10:06 WIB

Potret miris kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Margawati Sukabumi yang terpaksa digelar di teras sekolah selama lebih dari setahun, tanpa ruang kelas yang layak.
Trending di Pendidikan