Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 13 Agu 2025 16:13 WIB

Angka Stunting Turun 6,5%, Wabup Sukabumi Paparkan Strategi Konvergensi di Hadapan Tim Provinsi


					STRATEGI PENURUNAN STUNTING: Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menjelaskan strategi penanganan stunting yang berhasil menurunkan prevalensi sebesar 6,5% saat mengikuti Penilaian Kinerja TPPS Tahun 2025 secara virtual, Rabu (13/8/2025). Perbesar

STRATEGI PENURUNAN STUNTING: Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menjelaskan strategi penanganan stunting yang berhasil menurunkan prevalensi sebesar 6,5% saat mengikuti Penilaian Kinerja TPPS Tahun 2025 secara virtual, Rabu (13/8/2025).

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menunjukkan komitmen seriusnya dalam perang melawan stunting. Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, memaparkan strategi konvergensi sebagai pendekatan utama untuk mempercepat penurunan angka stunting di hadapan tim penilai dari Provinsi Jawa Barat.

Pemaparan tersebut menjadi agenda utama dalam acara Penilaian Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025, yang digelar secara virtual dari Pendopo Sukabumi pada Rabu (13/8/2025). Acara ini merupakan mekanisme monitoring dan evaluasi untuk mengukur efektivitas program yang telah berjalan.

Di hadapan tim penilai, Wabup dengan percaya diri menyampaikan tren positif prevalensi stunting di wilayahnya. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 yang dirilis pada Mei 2025, Kabupaten Sukabumi berhasil mencatatkan penurunan signifikan sebesar 6,5%.

“Untuk mempertahankan dan terus meningkatkan capaian ini, kami menjalankan delapan aksi konvergensi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” papar Wabup.

Wabup merinci, rangkaian aksi tersebut dimulai dari tahap analisis situasi untuk membedah akar masalah, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana kegiatan melalui forum musyawarah atau rembug stunting.

Aksi ini diperkuat dengan optimalisasi peran serta desa dan pembinaan intensif bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai sasaran utama. Seluruh proses tersebut didukung oleh sistem manajemen data yang akurat, pengukuran dan publikasi data secara transparan, hingga diakhiri dengan reviu atau audit kinerja tahunan untuk perbaikan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya akurasi pendataan agar program intervensi di masa mendatang dapat lebih tepat sasaran. Ia menegaskan keterbukaan pemerintah daerah untuk perbaikan berkelanjutan.

“Insya Allah, kami siap menerima saran dan masukan. Tujuan kami jelas, yakni menjadikan Kabupaten Sukabumi bebas stunting dan mencapai zero new stunting (nol kasus stunting baru),” ungkapnya optimis.

H. Andreas memastikan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh jajaran TPPS akan terus menggenjot berbagai program intervensi untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Sukabumi mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Mudah-mudahan ke depan angka stunting di Kabupaten Sukabumi secara signifikan terus menurun,” pungkasnya. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Pastikan Ibadah Malam Natal Khidmat, Kapolres dan Forkopimda Sukabumi Pantau Langsung Keamanan Gereja

25 Desember 2025 - 09:49 WIB

“Daerah Tanpa Inovasi Akan Mati”: Wali Kota Sukabumi Pacu Transformasi Pelayanan Publik di 2025

22 Desember 2025 - 18:14 WIB

Peringati Hari Ibu ke-97, Bupati Asep Japar Sebut Ibu sebagai Jantung Keluarga dan Pilar Bangsa

22 Desember 2025 - 14:07 WIB

RSUD R. Syamsudin, S.H. Resmi Buka Layanan Kemoterapi Per Januari 2026

19 Desember 2025 - 19:06 WIB

Sungai Cidadap Meluap, Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga Kp. Sawah Tengah

18 Desember 2025 - 17:12 WIB

Pemkab Sukabumi Bidik Peringkat Satu dalam Penilaian Program P2WKSS Jawa Barat

3 Desember 2025 - 11:40 WIB

Trending di Kabar Daerah