JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak siang mengakibatkan Sungai Cibodas meluap dan menyebabkan banjir bandang pada Jumat (22/11/2024) sekira pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah kerusakan pada infrastruktur dan mengancam sektor pertanian di beberapa desa.
Salah satu dampak paling signifikan dari banjir ini adalah terendamnya hektaran sawah yang baru saja selesai dibajak di sepanjang bantaran Sungai Cibodas. Meskipun belum ditanami padi, kerusakan pada lahan pertanian ini tentu saja menjadi kerugian besar bagi para petani.
“Sawah saya baru saja dibajak, Pak. Sekarang terendam semua. Rugi banget,” ungkap Jajam warga Parakanterus Desa Gunungbentang Kecamatan Sagaranten.
Selain merendam lahan pertanian, banjir bandang juga menyebabkan sejumlah jembatan kecil putus di Kampung Cibodas Girang, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar. Beberapa galengan sawah juga dilaporkan longsor akibat derasnya arus air.
“Jembatan di kampung saya sudah putus. Nanti kalau mau ke sawah harus memutar jauh,” ujar Ajan, warga Kampung Cibodas Girang.
Kondisi ini membuat warga sekitar menjadi waspada dan khawatir. Jembatan Cibodas di Kampung Parakanterus, Desa Gunungbentang, Kecamatan Sagaranten, menjadi salah satu akses vital yang kini tidak berani dilintasi warga karena derasnya aliran air yang menyembur ke atas jembatan.
“Saya tidak berani lewat jembatan. Airnya terlalu deras,” kata Ajan, warga Cibodas girang
Meskipun demikian, Ajan dan beberapa warga lainnya meyakini bahwa banjir kali ini tidak akan berlangsung lama. Mereka menyebutkan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi sekitar 7 tahun lalu.
“Biasanya banjir seperti ini tidak lama. Mudah-mudahan besok sudah surut,” harap Ajan.(*)















