JENTERANEWS.com – Dalam sebuah operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Polda Jabar, dan Ditjen Bea dan Cukai, sebuah laboratorium narkotika mewah berhasil dibongkar di kawasan Buah Batu, Kabupaten Bandung. Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan kasus narkoba di Cibinong, Bogor.
Laboratorium tersebut diduga menjadi tempat produksi berbagai jenis narkoba, terutama happy water dan liquid yang siap dipasarkan ke wilayah Jakarta. Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Asep Edy Suheri, menegaskan bahwa perang terhadap narkoba merupakan prioritas utama pemerintah, sejalan dengan program Asta Cita Presiden Joko Widodo.
“Kami tidak akan berhenti dalam memberantas peredaran narkoba. Ini adalah ancaman serius bagi generasi muda kita,” tegas Irjen Asep.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa sindikat narkoba ini memiliki jaringan yang cukup luas, bahkan hingga ke luar negeri. Polisi telah berhasil mengamankan tiga orang tersangka dan masih memburu satu pelaku lainnya yang diduga menjadi otak dari jaringan ini.
“Para tersangka ini sangat lihai dalam menyembunyikan kegiatan ilegal mereka. Mereka menyewa rumah mewah di kawasan elit untuk dijadikan pabrik narkoba,” ungkap Irjen Asep.
Dalam penggerebekan, polisi berhasil menyita sejumlah besar barang bukti, mulai dari bahan baku pembuatan narkoba, alat-alat laboratorium, hingga ribuan bungkus happy water siap edar. Nilai total barang bukti yang disita ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait Undang-undang Narkotika. Ancaman hukuman yang menanti mereka adalah pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Suksesnya pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara Polri dan instansi terkait. Irjen Asep mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang telah berhasil mengungkap kasus ini.
“Kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting dalam memberantas peredaran narkoba. Kita harus terus bersinergi untuk menciptakan Indonesia bebas narkoba,” pungkasnya.(*)















