JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gegerbitung dalam beberapa hari terakhir telah mengakibatkan bencana alam berupa pergerakan tanah dan longsor. Peristiwa ini telah menyebabkan ratusan jiwa mengungsi dan sejumlah rumah rusak.
Berdasarkan data terbaru dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Hendra, pergerakan tanah paling parah terjadi di Desa Caringin, di mana 2 rumah rusak berat dan 8 rumah lainnya terancam. Di Desa Cijurey, satu rumah juga dalam kondisi terancam.
Sementara itu, longsor yang terjadi di Desa Karangjaya telah mengakibatkan satu orang diduga tertimbun material longsoran. Tim SAR gabungan bersama warga telah melakukan pencarian selama tiga hari berturut-turut, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Pencarian akan dilanjutkan kembali besok pagi.
“Bencana ini juga telah memaksa 178 jiwa warga Desa Ciengang untuk mengungsi ke SDn Darurat Suradita. Mereka membutuhkan bantuan makanan, pakaian, dan perlengkapan lainnya.” Kata Hendra Sabtu (7/12/2024)
Pemerintah daerah bersama dengan berbagai elemen masyarakat telah bahu-membahu dalam upaya penanggulangan bencana ini. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, dan berbagai organisasi relawan lainnya terus bekerja keras untuk melakukan evakuasi, pencarian korban, serta memberikan bantuan kepada para pengungsi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas,Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, dapat menyalurkannya melalui posko yang telah disediakan.” ujar Hendra.(*)















