JENTERANEWS.com – Bencana alam kembali mengguncang Kabupaten Sukabumi. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor yang menelan korban jiwa. Sebanyak tujuh warga dilaporkan tertimbun material longsor, tiga di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (4/12/2024). Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, saat mengunjungi posko pengungsian di Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (5/12/2024) membenarkan kabar tersebut. “Kami terus melakukan pendataan dan upaya pencarian. Hingga saat ini, tiga orang telah meninggal dunia dan empat lainnya masih dinyatakan hilang,” ujar Bey.
Salah satu korban yang meninggal dunia adalah Daffa, seorang anak berusia 10 tahun, yang tertimpa longsor di Kecamatan Simpenan. Dua korban lainnya berasal dari Kecamatan Tegalbuleud.
Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, namun juga mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Ratusan rumah warga rusak, baik ringan maupun berat. Banjir bandang juga melanda sejumlah wilayah, merendam ratusan rumah dan merusak lahan pertanian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap empat warga yang hilang. “Kami berharap mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ucap Deden.
Pemerintah daerah bersama dengan berbagai pihak terkait telah mengerahkan segala upaya untuk menangani bencana ini. Selain melakukan pencarian dan evakuasi korban, juga dilakukan penyaluran bantuan logistik kepada para pengungsi.(*)















