Menu

Mode Gelap

News · 8 Des 2024 12:53 WIB

Bencana Tanah Bergerak Guncang Bojongtugu, Sukabumi: Ratusan Jiwa Terdampak


					Bencana Tanah Bergerak Guncang Bojongtugu, Sukabumi: Ratusan Jiwa Terdampak Perbesar

JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana tanah bergerak dan longsor di Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (4/12) ini telah menyebabkan ratusan jiwa terdampak dan terpaksa mengungsi.

Sebanyak 166 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 462 jiwa menjadi korban bencana ini. Dari jumlah tersebut, 13 KK 43 jiwa telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di Kampung Sikluk RT 01 RW 02 Desa Bojongtugu. Para pengungsi saat ini mendirikan tenda darurat yang disediakan oleh Kementerian Sosial.

Pemerintah Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar, beserta jajarannya telah bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada para korban. Mulai dari penyediaan makanan dan minuman, hingga koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami terus memantau kondisi para pengungsi dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi,” ujar Endang Rusdiana Kepala Desa Bojongtugu. Minggu (8/12/2024)

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Curugkembar, Suherlan Adriansyah, juga turut serta dalam membantu para korban, terutama bagi keluarga yang terdaftar sebagai penerima manfaat PKH.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi para korban. Selain kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman, mereka juga khawatir dengan masa depan mereka karena rumah yang ditinggali tidak dapat dihuni lagi,” ungkap Suherlan.

Selain pemerintah desa dan pendamping PKH, sejumlah pihak lainnya juga turut memberikan bantuan, seperti Pemerintah Kecamatan Curugkembar dan Yonif Raider 300 Cianjur.

Para pengungsi saat ini berada di tenda darurat yang telah disiapkan. Meskipun kondisi pengungsian masih terbatas, namun para korban tetap bersyukur karena telah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.

Bencana tanah bergerak ini tentunya menimbulkan sejumlah tantangan, baik bagi para korban maupun pemerintah. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi juga perlu dilakukan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi semula.(*)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News