
Jalan anjlok di Kampung Gelarbaru Rt 29/05 Desa Padasenang Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi.
JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Selasa (3/12) hingga Rabu (4/12) mengakibatkan bencana tanah bergerak yang cukup parah di Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap. Pergerakan tanah ini menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan mengancam keselamatan penghuni.
Berdasarkan laporan Misbah, seorang warga setempat, pergerakan tanah pertama kali terdeteksi pada Rabu malam (4/12) sekitar pukul 13.00 WIB di Kampung Gelarbaru. Jalan desa yang menghubungkan Desa Padasenang dengan Desa Banjarsari mengalami retakan dan anjlok dengan ketinggian mencapai 50 cm pada hari Kamis (5/12).
“Hujan deras yang terus menerus menyebabkan tanah tidak mampu menahan beban sehingga terjadi pergerakan tanah,” ujar Misbah saat dikonfirmasi, Jumat (6/12/2024)
Pergerakan tanah tidak hanya terjadi di Kampung Gelarbaru, namun juga merembet ke Kampung Rawabungur. Di Kampung Rawabungur, setidaknya ada tujuh rumah warga yang mengalami kerusakan, mulai dari retakan dinding hingga ambruk.
“Rumah saya mengalami kerusakan pada dinding bagian tengah,” ungkap Setiawan, salah seorang warga yang rumahnya terdampak.
Bencana tanah bergerak ini mengakibatkan gangguan mobilitas warga. Jalan yang anjlok memutus akses transportasi dan berpotensi menghambat distribusi barang kebutuhan pokok. Selain itu, kerusakan rumah warga juga menyebabkan kerugian materiil dan menimbulkan trauma bagi penghuni.
Hingga saat ini, petugas terkait masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap dampak bencana tanah bergerak di Desa Padasenang. Warga yang rumahnya rusak masih bertahan di rumahnya walaupun mengancam keselamatan namun mereka tidak punya lagi tempat tinggal.(*)















