JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Curugkembar dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana tanah bergerak yang meluas. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga, infrastruktur jalan, serta fasilitas pendidikan.
Berdasarkan laporan dari P2BK Curugkembar, Suryana, bencana tanah bergerak terjadi pada hari Rabu, 04 Desember 2024, sekitar pukul 12.30 WIB. Beberapa desa yang terdampak parah antara lain Desa Sindangraja, Pasirjengjeng, Bojongtugu, Nagrakjaya, Cimenteng, Curugkembar, Tanjung Sari, dan Mekartanjung.
“Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga. Setidaknya tiga rumah rusak berat dan satu penggilingan padi ambruk di Desa Sindangraja. Selain itu, puluhan rumah lainnya terancam tertimbun longsor.” ungkap Suryana.
Jalan-jalan desa di beberapa wilayah juga mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang putus total sehingga menghambat akses transportasi warga. SDN Sukalaksana mengalami kerusakan parah dengan dua ruangan yang ambruk.
“Putusnya akses jalan akibat bencana ini berdampak besar pada sektor pendidikan. Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, tidak dapat bersekolah karena tidak ada jalan alternatif,”ungkapnya.
Bencana ini telah menyebabkan 13 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30 jiwa mengungsi. Mereka membutuhkan bantuan makanan, sembako, serta pelayanan medis.
Pemerintah Kecamatan Curugkembar telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perangkat desa, kepolisian, TNI, serta Tagana, untuk melakukan assesment ke lokasi bencana dan memberikan bantuan darurat kepada korban.
“Saat ini, korban bencana sangat membutuhkan bantuan berupa makanan, sembako, obat-obatan, serta tenaga medis. Masyarakat juga diharapkan dapat memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai dan perlengkapan rumah tangga lainnya.” tutup Suryana.(*)















