JENTERANEWS.com – Status Tanggap Darurat Bencana (TDB) di tiga kecamatan Kabupaten Sukabumi diperpanjang. Keputusan ini diambil mengingat dampak kerusakan yang masih signifikan akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, menjelaskan perpanjangan status TDB di Kecamatan Pabuaran, Kelibunder, dan Tegalbuleud ini krusial untuk penanganan kedaruratan, khususnya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Sementara itu, 36 kecamatan lainnya memasuki fase transisi.
“Perpanjangan tanggap darurat di 3 kecamatan terdampak bencana alam yang ada di Kabupaten Sukabumi ini, menurut hemat saya dalam penanganan kedaruratan, khususnya kerusakan jalan dan jembatan itu, merupakan poin penting. Iya, karena dipakai oleh kita untuk penanganan kedaruratan,” ujar Bambang kepada awak media, Rabu (18/12).
Bencana alam berupa banjir dan longsor di Sukabumi telah mengakibatkan kerusakan pada sekitar 130 titik jalan dan jembatan. Tujuh ruas jalan dilaporkan putus, termasuk ruas Sukabumi-Baros dan Sagaranten-Tegalbuleud.
Proses perbaikan infrastruktur menghadapi sejumlah kendala, di antaranya cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi di wilayah terdampak. Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan tersendiri. Bambang menjelaskan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak terpaksa mengandalkan anggaran pemeliharaan rutin.
“Iya, kalau kendala memang dari cuaca yah, karena saat ini intensitas curah hujan masih terus terjadi di wilayah terdampak. Nah, selain itu sumber daya anggaran juga tidak ada. Jadi, untuk perbaikan jalan dan jembatan akibat bencana itu, kita menggunakan anggaran pemeliharaan rutin,” paparnya.
Meskipun demikian, upaya perbaikan terus dilakukan sejak laporan pertama bencana diterima. Petugas di lapangan terus berupaya memulihkan akses infrastruktur. Saat ini, fokus utama adalah pembangunan jembatan sementara (bailey) di beberapa lokasi strategis, seperti di wilayah Simpenen Loji kawasan Geopark dan jembatan Sagaranten-Tegalbuleud.
“Iya, sekarang kita sedang on progress jembatan sementara bailey. Diantaranya, jembatan di wilayah Simpenen Loji kawasan Geopark dan jembatan Sagaranten – Tegalbulued. Insya Allah, kami targetkan jembatan itu selesai dalam kurun waktu 3 minggu kedepan,” imbuhnya.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan jalan tetap dapat dilintasi kendaraan roda empat untuk keperluan kedaruratan. Sementara itu, penanganan permanen sedang diusulkan dan kemungkinan besar akan dilaksanakan pada tahun depan.
“Iya, paling tidak, jalan itu tidak putus dan bisa dilintasi kendaraan roda empat untuk upaya kedaruratan. Sementara untuk penanganan permanen, sedang kita usulkan dan besar kemungkinan di tahun depan sebagian jembatan dan jalan terputus akan diperbaiki secara permanen,” pungkas Bambang.
Dengan perpanjangan status TDB dan upaya perbaikan yang terus berjalan, diharapkan aksesibilitas di wilayah terdampak bencana di Sukabumi dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.(*)















