JENTERANEWS.com – Upaya pencegahan bencana banjir terus dilakukan di Kota Sukabumi. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembongkaran rumah warga yang dinilai menghalangi aliran sungai.
Aksi ini dilakukan setelah banjir bandang beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan.
Di Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, misalnya, sejumlah rumah warga terpaksa dibongkar. Hayati, salah seorang warga yang rumahnya terdampak, mengaku sedih namun memahami keputusan pemerintah.
“Meskipun berat hati, saya sadar ini demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taupik, menegaskan bahwa pembongkaran rumah merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya banjir susulan.
“Kami telah melakukan pendataan dan menemukan sejumlah bangunan yang lokasinya sangat rawan bencana,” kata Novian.
Warga Bergotong Royong Bangun Kembali
Meski kehilangan tempat tinggal, warga Cikondang tidak patah semangat. Mereka saling membantu dan bergotong royong untuk membangun kembali kehidupan. “Kita akan melalui ini bersama,” ujar Hayati, memberikan semangat kepada warga lainnya.
Pelajaran Berharga dari Bencana
Bencana banjir yang melanda Sukabumi menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kejadian ini menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mematuhi tata ruang wilayah.
Bencana banjir bandang yang melanda Kota Sukabumi beberapa waktu lalu meninggalkan dampak yang cukup signifikan. Berdasarkan data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, ribuan rumah warga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taupik, mengungkapkan bahwa Kecamatan Citamiang dan Baros menjadi wilayah yang paling parah terdampak. “Dari hasil pendataan, Kecamatan Citamiang mengalami kerusakan paling parah dengan jumlah bangunan rusak mencapai 396 unit,” jelasnya.
Ribuan Warga Terdampak
Tidak hanya kerusakan bangunan, banjir bandang juga menyebabkan ribuan warga mengungsi. “Sebanyak 1.245 kepala keluarga atau 3.739 jiwa terdampak bencana ini,” tambah Novian.
Proses Pemulihan Berjalan Lancar
Meskipun mengalami musibah besar, warga Sukabumi menunjukkan semangat yang tinggi untuk bangkit kembali.
Pemerintah kota bersama dengan berbagai pihak terkait terus berupaya membantu para korban bencana. Saat ini, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
“Tinggal 3 kepala keluarga atau 6 jiwa yang masih mengungsi di tempat majelis taklim,” ujar Novian.(*)















