JENTERANEWS.com – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Sukabumi kembali memicu bencana alam. Kali ini, longsor susulan mengancam keselamatan pengguna jalan di ruas Bagbagan-Loji-Waluran. Sebagai upaya antisipasi, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Barat resmi menutup total akses jalan tersebut.
Dalam surat resmi yang dikeluarkan hari ini, Pejabat Pembuat Komitmen 2.3 Provinsi Jawa Barat, Ir. Fajar Komara Djunaedi, ST., MT, menyampaikan kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan yang lebih parah. Keputusan penutupan jalan ini diambil demi keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tegas Fajar dalam suratnya.
Sebelumnya, pada Selasa pagi, jalur penghubung Bagbagan-Kiaradua telah dilaporkan tertutup longsor. Camat Simpenan, R. Ade Akhsan Artadiredja, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem telah menyebabkan 13 titik longsor di sepanjang jalur tersebut. Alat berat terus disiagakan untuk mengantisipasi longsor susulan.
Selain itu, akses menuju Geopark Ciletuh melalui Loji juga masih terputus total akibat robohnya tiga jembatan utama, yakni Cisantri, Sangrawayang, dan Cipatitiran. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan perbaikan jembatan selesai dalam waktu 1,5 bulan.
Bencana longsor ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama di daerah terisolir. Sektor pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh pun turut terimbas.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkait bencana ini. Bagi pengendara yang hendak menuju wilayah tersebut, disarankan untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan hingga kondisi jalan dinyatakan aman.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya menangani dampak bencana ini. Selain melakukan evakuasi dan perbaikan infrastruktur, upaya mitigasi bencana juga terus digalakkan untuk mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang.(*)















