JENTERANEWS.com – Unggahan di media sosial yang menyoroti kondisi jalan desa Ciaul-Sukaresmi yang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Mekartani, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, menuai respons dari pihak desa. Kepala Desa Mekartani, Sulaeman, menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kondisi tersebut.
Menurut Sulaeman, belum dianggarkannya perbaikan jalan Ciaul-Sukaresmi disebabkan oleh keterbatasan dana desa yang dialokasikan berdasarkan hasil musyawarah desa (Musdes). Dalam musyawarah tersebut, prioritas utama anggaran desa tahun 2025 difokuskan pada pemulihan infrastruktur akibat bencana alam yang melanda wilayah Mekartani di akhir tahun sebelumnya.
“Kami memahami betul keluhan warga terkait kondisi jalan Ciaul-Sukaresmi. Namun, dengan keterbatasan anggaran, kami harus memprioritaskan kebutuhan yang lebih mendesak, terutama pemulihan infrastruktur pasca bencana,” ujar Sulaeman saat dikonfirmasi, Rabu (16/4/2025).
Sulaeman menjelaskan, Desa Mekartani merupakan wilayah yang rawan bencana, sehingga banyak infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan bahkan ambruk. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Selain itu, kontur tanah yang labil juga menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan, tak jarang menyebabkan infrastruktur yang baru dibangun kembali rusak.
“Sesuai dengan hasil Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) desa, tahun ini kami sedang melaksanakan tujuh titik pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas,” lanjutnya.
Adapun tujuh proyek pembangunan yang sedang berjalan di Desa Mekartani pada tahun anggaran 2025 adalah:
- Pemindahan Jalan Baru (Bencana Alam): Pelebaran, pengerasan, tembok penahan tanah (TPT), dan gorong-gorong di Kampung Datar Kalapa RT 03 RW 01 dengan volume 135 meter x 2,5 meter.
- Pembangunan TPT (Bencana Alam): Di Kampung Datar Kalapa dengan volume 20 meter.
- Pembangunan Jembatan Citonjong: Dengan panjang 12 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 6 meter di RT 03 RW 04 (akibat roboh).
- Renovasi Jembatan Binong: Di Kampung Bojongsirna RT 01 RW 04 dengan panjang 6 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 3 meter.
- Pembangunan TPT Sekolah SD Negeri Ciaul.
- Pembangunan Pemagaran Halaman Kantor Desa.
- Pembangunan Rabat Beton Jalan Cimanggu: Dengan volume 150 meter x 2,5 meter (bantuan provinsi).

Pembangunan jalan baru di Kampung Datar Kalapa, Desa Mekartani, dengan volume 135 meter x 2,5 meter sedang berlangsung. Proyek ini menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan infrastruktur desa pasca bencana pada tahun anggaran 2025.
Lebih lanjut, Sulaeman memaparkan bahwa lima pekerjaan infrastruktur telah rampung dikerjakan, yaitu pemindahan jalan baru akibat bencana alam, pembangunan TPT akibat bencana alam, pembangunan Jembatan Citonjong, renovasi Jembatan Binong, dan pembangunan pemagaran halaman kantor desa yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
“Kami menyadari bahwa masih banyak infrastruktur di Desa Mekartani yang mengalami kerusakan parah dan belum bisa dianggarkan tahun ini karena keterbatasan dana desa. Namun, kami pastikan bahwa pengalokasian dana desa selalu mengutamakan kebutuhan yang mendesak sesuai dengan hasil musyawarah bersama warga,” tegasnya.

Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Datar Kalapa merupakan salah satu prioritas Pemerintah Desa Mekartani tahun 2025. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi dampak bencana alam dan memperkuat infrastruktur jalan di wilayah tersebut, menjadi fokus utama alokasi dana desa saat ini.
Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan warga Desa Mekartani dapat memahami prioritas pembangunan yang sedang berjalan dan bersabar untuk perbaikan infrastruktur lainnya yang belum teranggarkan. Pemerintah Desa Mekartani berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran dan kebutuhan mendesak.(*)
Laporan: Amzh















