Menu

Mode Gelap

Bencana · 28 Feb 2026 19:24 WIB

Laporan Kebencanaan Nasional: BNPB Tangani Karhutla, Pergerakan Tanah, dan Cuaca Ekstrem


					Petugas BPBD bersama tim gabungan saat melakukan upaya pemadaman sisa api pada lahan kering di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/2/2026). Perbesar

Petugas BPBD bersama tim gabungan saat melakukan upaya pemadaman sisa api pada lahan kering di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/2/2026).

JENTERANEWS.com – Memasuki akhir Februari 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian upaya penanganan darurat di berbagai wilayah Indonesia. Di Sulawesi Tengah, tim gabungan BPBD sukses menjinakkan kebakaran hutan dan lahan yang sempat meluas akibat angin kencang di Kecamatan Kasimbar serta Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, meski api sempat melalap lahan seluas dua hektar.

​Sementara itu, ancaman geologi melanda Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di mana fenomena pergerakan tanah mengakibatkan 20 unit rumah rusak dan memaksa puluhan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pada saat yang sama di Jawa Timur, terjangan angin kencang pascahujan mengakibatkan kerusakan pada belasan rumah warga dan satu fasilitas pendidikan di Kabupaten Blitar, yang segera direspons dengan penyaluran logistik serta perbaikan mandiri bersama aparat setempat.

​Menghadapi potensi hujan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku sepekan ke depan, BNPB menginstruksikan pemerintah daerah untuk menyiagakan personel dan peralatan. Masyarakat diimbau tetap waspada dengan berlindung di bangunan kokoh saat cuaca buruk serta menghindari aktivitas pemicu kebakaran lahan seperti pembakaran sampah atau pembuangan puntung rokok sembarangan demi meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Hanyut Diterjang Arus Deras

15 April 2026 - 07:21 WIB

Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan.

Diterjang Longsor dan Banjir Bandang, Akses Sukabumi-Sagaranten Terapkan Buka-Tutup

14 April 2026 - 16:54 WIB

petugas gabungan, yang terdiri dari personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II dan relawan setempat, berupaya keras menyingkirkan material batu dan lumpur yang menyumbat sebagian ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4/2026)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Rumah Rusak Berat dan Warga Terluka

12 April 2026 - 09:19 WIB

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Gria Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang hancur usai diterjang material tebing longsor, Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan memicu longsoran tebing setinggi 7 meter yang menjebol dinding rumah dan menyebabkan satu orang terluka. (Foto: Dok. P2BK Sukalarang)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Trending di Kabar Daerah