JENTERANEWS.com – Musibah longsor kembali mengguncang wilayah Sukabumi. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (24/11/24) sore di Kampung Cisaat RT 01/02, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari sebelumnya memicu longsornya tebing setinggi 20 meter dengan lebar 6 meter dan panjang 10 meter.
Tiga unit rumah warga menjadi korban dalam peristiwa ini. Rumah milik Ateng, Deni, dan Nursan mengalami kerusakan parah pada bagian depan akibat tertimpa material longsor. Ketiga rumah tersebut dihuni oleh total sembilan jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
“Kami masih melakukan pendataan dan asesmen terhadap kerusakan rumah warga,” ungkap P2BK Simpenan, Dendi Sulaeman, dalam keterangan resminya, Senin (25/11/24). “Selain tiga rumah yang rusak berat, beberapa rumah lainnya juga mengalami kerusakan ringan akibat terdampak longsor.”
Tidak hanya merusak rumah warga, longsor juga menyebabkan ruas jalan Desa Sangrawayang tertutup material longsor. Hal ini mengakibatkan akses transportasi warga menjadi terhambat. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan saat ini tengah berupaya keras melakukan evakuasi material longsor untuk membuka kembali akses jalan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor,” tambah Dendi. “Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga ancaman longsor masih sangat tinggi.”
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD telah mendirikan posko bencana di lokasi kejadian untuk memberikan bantuan kepada para korban. Bantuan yang diberikan meliputi makanan, minuman, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan perbaikan terhadap rumah warga yang rusak.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi, Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi bencana di wilayahnya.” Pungkas Dendi(*)















