JENTERANEWS.com – Pemandangan memilukan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bangbayang, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Di tengah kekhawatiran akan keselamatan anak-anak mereka, para orang tua wali murid terpaksa turun tangan, bergotong royong memperbaiki bangunan sekolah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan nyaris ambruk.
Aksi swadaya yang digelar para orang tua wali murid ini tidak hanya menyasar perbaikan ruang kelas, tetapi juga toilet sekolah yang sudah tidak layak pakai. Inisiatif ini menjadi potret perjuangan warga di pelosok demi memastikan anak-anak mereka tetap bisa mengenyam pendidikan, meskipun dalam keterbatasan.
Ketua Komite SDN Bangbayang, Halim, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sekolah sudah lama mengkhawatirkan. Dari beberapa ruang yang ada, dua lokal kelas mengalami kerusakan paling parah.
“Bangunan sekolah ini sangat memprihatinkan, terutama dua lokal kelas itu,” ujar Halim di sela-sela kegiatan gotong royong, Rabu (16/7/2025).
Ia menjelaskan, meskipun hari ini para orang tua berinisiatif melakukan perbaikan darurat, hal itu tidak sepenuhnya menghilangkan rasa cemas. Material bangunan yang ada sebagian besar sudah lapuk dimakan usia, membuat perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara.
“Kami tetap khawatir akan keselamatan anak-anak kami. Bahan materialnya sudah pada lapuk, walau diperbaiki tetap saja tidak akan kokoh. Ini hanya untuk menyambung ‘napas’ saja,” tambahnya dengan raut wajah cemas.
Penderitaan para siswa tidak berhenti pada kondisi bangunan yang rapuh. Fasilitas di dalam kelas pun tak kalah menyedihkan. Menurut Halim, perabotan seperti meja dan kursi sebagian besar sudah hancur. Pemandangan siswa berebut kursi menjadi hal yang biasa terjadi setiap hari.
“Bukan hanya ruang kelas, mebeler yang ada di dalamnya juga sudah pada rusak. Kami prihatin melihat para siswa sampai harus berebut kursi, bahkan ada yang tidak kebagian dan terpaksa belajar di lantai,” ungkap Halim.
Kondisi ini sangat ironis mengingat SDN Bangbayang menampung sekitar 200 siswa. Ketiadaan sekolah dasar negeri lain yang berdekatan membuat para orang tua tidak punya pilihan selain tetap menyekolahkan anak-anak mereka di sana, meski dibayangi rasa was-was setiap harinya.
Melalui aksi gotong royong ini, Halim dan seluruh orang tua murid menitipkan harapan besar kepada pemerintah. Mereka memohon agar ada perhatian serius untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang aman dan layak bagi generasi penerus bangsa di desa mereka.
“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah, baik Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi maupun dinas terkait. Anak-anak kami berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak sehingga mereka bisa belajar dengan tenang tanpa rasa takut,” pungkasnya.(*)
Editor : Hamjah















