Menu

Mode Gelap

Kriminal · 15 Jun 2025 13:22 WIB

Palak Sopir Truk, Preman di Padabeunghar Sukabumi Kaget Dihadang Anggota Brimob Bersenjata Lengkap


					Momen ketegangan saat anggota Brimob mengonfrontasi pria yang memaksa sopir membeli dagangannya di Jampangtengah, Sukabumi. Kejadian ini menuai apresiasi warganet dan menyorot kembali maraknya premanisme yang meresahkan di jalur tersebut. Perbesar

Momen ketegangan saat anggota Brimob mengonfrontasi pria yang memaksa sopir membeli dagangannya di Jampangtengah, Sukabumi. Kejadian ini menuai apresiasi warganet dan menyorot kembali maraknya premanisme yang meresahkan di jalur tersebut.

JENTERANEWS.com – Aksi nekat seorang pria yang diduga preman di Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, berakhir sial. Niatnya memalak sopir sebuah mobil boks kandas setelah salah satu penumpang yang ternyata anggota Brigade Mobil (Brimob) berseragam lengkap turun tangan.

Peristiwa yang terekam kamera dan viral di media sosial akhir pekan ini terjadi di Jalan Raya Provinsi, tepatnya di Kampung Padabeunghar, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, pada Jumat (13/6/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden ini kembali menyorot masalah premanisme berkedok jual beli yang telah lama meresahkan warga dan para pengemudi.

Dalam video berdurasi 1 menit 29 detik yang beredar luas, terlihat seorang pria dengan percaya diri mendekati mobil boks yang berhenti. Dengan modus klasik menawarkan air mineral, pria tersebut diduga kuat sedang melakukan praktik pemalakan.

Namun, rencananya berantakan ketika dari pintu penumpang turun seorang anggota Brimob dengan seragam dan atribut lengkap. Pria tersebut sontak panik. Sempat terjadi adu mulut sengit, di mana ia bersikeras hanya berjualan dan meminta untuk “saling menghargai” karena mengklaim lokasi tersebut adalah “wilayah kekuasaannya”.

Meski anggota Brimob tersebut dengan tegas memintanya untuk membiarkan kendaraan lewat, pria itu tetap bersikukuh meminta uang. Sikapnya yang tak bergeming memicu reaksi keras dari sang petugas, yang akhirnya membuatnya tak berkutik.

Video ini menuai pujian dari warganet. Banyak yang mengapresiasi ketegasan anggota Brimob dan berharap kejadian ini menjadi pemicu untuk menindak tegas praktik premanisme serupa di wilayah tersebut.

Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, saat dikonfirmasi pada Minggu (15/6/2025), membenarkan identitas pelaku. Pria tersebut adalah warganya, berinisial IM (44), yang memang tinggal di lokasi kejadian.

Menurut Ence, IM bukanlah pemain baru. Ia dikenal sering meresahkan para sopir dengan modus yang sama dan telah beberapa kali berurusan dengan pihak berwenang.

“Saya juga baru tahu kejadian ini dari media sosial karena sedang ada kegiatan di kantor kecamatan. IM ini memang sering berulah. Bahkan sebelum saya menjabat sebagai kepala desa pun, dia sudah pernah ditahan karena kasus serupa, memaksa sopir membeli air mineral,” ungkap Ence.

Ence menjelaskan bahwa IM dan keluarganya membuka lapak sederhana berukuran sekitar 2×1 meter di pinggir jalan untuk menjual air mineral. Kegiatan ini dijalankan secara bergantian oleh IM, istri, anak, hingga kerabatnya, dari pagi hingga malam, dengan sasaran utama kendaraan-kendaraan besar.

Meskipun aksi IM dan keluarganya sangat meresahkan, penegakan hukum kerap menemui jalan buntu. Pihak kepolisian tidak dapat bertindak lebih jauh tanpa adanya laporan resmi dari korban yang merasa dirugikan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Polsek Jampangtengah. Kendalanya, mereka tidak bisa bertindak lebih jauh karena tidak ada laporan resmi yang masuk dari para korban,” jelas Ence.

Pemerintah desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, lanjut Ence, sudah berulang kali memberikan edukasi dan teguran keras agar praktik jual beli tersebut tidak disertai unsur pemaksaan. Namun, segala upaya itu seakan mental.

“Kalau sekadar berjualan, tentu saja boleh. Tapi jangan sampai ada unsur pemaksaan. Kami dari pihak desa juga bingung menegurnya, karena dia selalu berdalih tidak melakukan pungli, hanya berjualan,” tambahnya dengan nada frustrasi.

Kini, meski aksi heroik anggota Brimob tersebut mendapat apresiasi, masalah premanisme berkedok dagang di jalur Jampangtengah ini tetap menjadi pekerjaan rumah yang sulit bagi aparat dan pemerintah setempat, menunggu keberanian para korban untuk melapor secara resmi.(*)


Reporter: Joko S
Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 150 kali

Baca Lainnya

Dugaan Penipuan Berkedok “Jumat Berkah” di Sukabumi, Pedagang dan Warga Terkecoh Jutaan Rupiah

18 April 2026 - 08:41 WIB

Ilustrasi

Petaka Tanah Bodong di Sukabumi: Rp2 Miliar Lenyap, Lahan Disulap Jadi Bangunan SPPG

18 April 2026 - 07:54 WIB

Baru Saja Jual Getah Karet, Uang Rp35 Juta Milik Pengepul di Hegarmulya Digasak Pencuri

27 Februari 2026 - 09:24 WIB

Aparat kepolisian melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi pembobolan warung pengepul hasil tani di Cidadap, Sukabumi. Pelaku diduga memanjat dinding bagian belakang bangunan setinggi kurang lebih tiga meter untuk melancarkan aksinya.

Hendak Siapkan Makan Sahur, Warga Cidadap Sukabumi Syok Warungnya Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

26 Februari 2026 - 23:10 WIB

Aparat kepolisian bersama warga setempat saat melakukan pemeriksaan dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di area bangunan warung milik H. Suhana di Kampung Cijengkol, Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/2/2026).

Nasib Pilu Pengelola SPPG Sukabumi: Mobil Dipepet, Uang Gaji Relawan Rp191 Juta Melayang

31 Januari 2026 - 12:37 WIB

Anggota Polsek Sukaraja saat memeriksa kondisi ban mobil Honda Mobilio bernopol B 2211 UFG yang menjadi sasaran aksi pencurian modus gembos ban di Sukaraja, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). Dalam insiden ini, uang tunai Rp191 juta raib digasak pelaku.

Gerak Cepat Polsek Cikole, Pemuda Cisarua Diringkus Usai Sayat Leher Korban dengan Kater

12 Januari 2026 - 07:30 WIB

Terduga pelaku penganiayaan, AFH (25) (duduk membelakangi kamera), tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di ruangan Unit Reskrim Polsek Cikole, Jumat (9/1/2026). AFH diamankan petugas setelah diduga melakukan penganiayaan dengan menyayat leher korban menggunakan pisau kater di Kelurahan Cisarua. (Foto: Dok. Polsek Cikole)
Trending di Kriminal