JENTERANEWS.com – Keprihatinan mendalam menyelimuti warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, salah satu warganya, Rizal (13), ditemukan dalam kondisi memprihatinkan akibat gizi buruk. Berita ini pun mengundang perhatian serius dari pemerintah desa setempat.
Kepala Desa Hegarmanah, Rana Apriliana, mengaku terkejut ketika menerima laporan mengenai kondisi Rizal. Bersama dengan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Sagaranten, ia langsung mengunjungi rumah Rizal di Kampung Pasirkananga RT 006 RW 002 . Sesampainya di lokasi, kondisi Rizal yang memprihatinkan semakin jelas terlihat. Pembengkakan perut, kulit kering bersisik, serta rambut yang kering dan kusam menjadi bukti nyata bahwa Rizal sangat membutuhkan penanganan medis segera.
“Melihat kondisi Rizal yang sangat memprihatinkan, kami langsung memutuskan untuk membawa anak ini ke Puskesmas Sagaranten untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Rana kepada jenteranews.com Selasa (24/12/2024)

Kepala Desa Hegarmanah, Rana Apriliana, memberikan dukungan kepada keluarga Rizal. Semoga dengan penanganan yang tepat, Rizal dapat segera pulih dan tumbuh sehat
Rencananya, Rizal akan dirujuk ke RSUD Sekarwangi Cibadak pada hari yang sama. Meski belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), pemerintah desa berkomitmen untuk memastikan Rizal mendapatkan perawatan yang layak. Proses pengajuan KIS sedang dilakukan, namun mengingat kondisi darurat yang dialami Rizal, pemerintah desa memutuskan untuk segera membawa Rizal ke rumah sakit.
“Walaupun proses pengaktifan BPJS membutuhkan waktu satu bulan, kami tidak ingin menunda-nunda penanganan terhadap Rizal. Kondisi kesehatan anak ini sangat mendesak,” tegas Rana.

Rumah sederhana Rizal yang terbuat dari bambu menjadi saksi bisu kesulitan hidup keluarganya
Di balik kasus gizi buruk yang dialami Rizal, terungkap kisah pilu keluarga ini. Ayah Rizal, Asep (42) , merupakan seorang yang mengalami ganguan penglihatan, Dulu, Asep berusaha menghidupi keluarganya dengan berjualan cilok. Namun, karena keterbatasan fisik dan ekonomi, usaha tersebut terpaksa berhenti. Kondisi rumah yang tidak layak huni semakin memperparah situasi keluarga ini.
“Rumah mereka terbuat dari bambu yang sudah lapuk dan atapnya bocor. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” tambah Rana.
Menyadari bahwa kasus seperti ini bisa saja terjadi pada warga lainnya, Pemerintah Desa Hegarmanah berkomitmen untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Dengan mengelola sumber daya yang ada di desa secara optimal, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan,” pungkas Rana. (*)















