Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 29 Mei 2025 17:34 WIB

Spanduk Liar Picu Amarah Warga Dapil 4 Sukabumi: Tolak Gabung Kota, Pilih Sukabumi Utara!


					Spanduk provokatif yang mengajak wilayah Dapil 4 Kabupaten Sukabumi bergabung dengan Kota Sukabumi terpasang di salah satu titik strategis. Kemunculan spanduk liar ini menuai kecaman keras dari masyarakat setempat. Perbesar

Spanduk provokatif yang mengajak wilayah Dapil 4 Kabupaten Sukabumi bergabung dengan Kota Sukabumi terpasang di salah satu titik strategis. Kemunculan spanduk liar ini menuai kecaman keras dari masyarakat setempat.

JENTERANEWS.com – Kemunculan spanduk-spanduk liar yang secara provokatif mengajak wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Sukabumi untuk bergabung dengan Kota Sukabumi telah memicu gelombang kecaman keras dari masyarakat setempat. Spanduk-spanduk kontroversial ini dinilai menyesatkan, tidak sah, dan sama sekali tidak merepresentasikan aspirasi sejati warga.

Spanduk-spanduk tersebut ditemukan terpasang di sejumlah titik strategis seperti Cisaat, Sukabumi, Gunungguruh, dan Sukaraja, menimbulkan dugaan kuat bahwa aksi ini didalangi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang tidak memiliki legitimasi hukum maupun dukungan publik.

Kecaman keras salah satunya datang dari Ketua KNPI Kecamatan Gunungguruh, Ujang Abdurohman. Seperti dikutip dari mediaaksara Ia menegaskan bahwa pandangan masyarakat justru berlawanan dengan isi spanduk tersebut. “Masyarakat mendukung pembentukan wilayah administratif baru, yakni daerah otonomi baru (DOB) Sukabumi Utara, bukan penggabungan ke Kota Sukabumi,” tukas Ujang.

Ujang juga menyoroti nilai historis Cisaat sebagai bagian integral dari Kabupaten Sukabumi. “Keberadaan Gedung Korpri, kantor dinas, dan stadion besar di Cisaat menegaskan peran sentral wilayah ini dalam sejarah pemerintahan kabupaten,” imbuhnya, menekankan akar kuat wilayah ini dalam struktur Kabupaten Sukabumi.

Dapil IV sendiri mencakup sembilan kecamatan, yaitu Gunungguruh, Cisaat, Kadudampit, Sukabumi, Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Cireunghas, dan Gegerbitung. Seluruh wilayah ini menunjukkan satu suara untuk tetap berada di bawah Kabupaten Sukabumi. Harapan utama mereka adalah pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik yang lebih baik di bawah naungan Kabupaten Sukabumi.

Keresahan juga disuarakan oleh Doel, seorang warga Desa Mangkalaya, Gunungguruh. Ia mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera menertibkan spanduk-spanduk tersebut dan mengusut tuntas aktor intelektual di baliknya.

“Spanduk ini sangat meresahkan. Mereka mengatasnamakan program Pak Gubernur KDM untuk membenarkan tindakan sepihak. Ini bisa memicu perpecahan horizontal,” ujar Doel, menyoroti potensi konflik sosial yang bisa timbul akibat informasi menyesatkan ini.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Satpol PP, dan aparat keamanan untuk segera bertindak tegas. Langkah ini krusial untuk menjaga ketertiban ruang publik dan meluruskan informasi yang beredar demi mencegah konflik sosial yang lebih luas.(*)

[Hamjah]

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Regulasi Kawasan Kumuh: Dinilai Jadi Batu Sandungan Pemerataan Infrastruktur Desa

27 Maret 2026 - 20:17 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, memberikan keterangan kepada media mengenai kebijakan penetapan kawasan kumuh yang dinilai membatasi pemerataan pembangunan infrastruktur, Jumat (27/3/2026).
Trending di Kabar Daerah