JENTERANEWS.com – Musibah tanah longsor dan banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi telah mengakibatkan kerugian besar, termasuk jatuhnya korban jiwa. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat belasan warga meninggal dunia dan beberapa lainnya masih dalam pencarian.
Berdasarkan data yang diperoleh BPBD Kabupaten Sukabumi versi Minggu 8 Desember 2024 , kecamatan Simpenan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Sebanyak lima warga dari Desa Loji dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Korban yang teridentifikasi antara lain Aden Dafa (11 tahun), Ade Wahyu (11 tahun), Elma Ayunda (27 tahun), Sahroni (47 tahun), dan Siti Hamidah (8 tahun).
Tidak hanya di Simpenan, bencana serupa juga terjadi di kecamatan Ciemas, Gegerbitung, Tegalbuleud, dan Pabuaran. Di kecamatan Ciemas, Dadang (65 tahun) menjadi korban banjir. Sementara itu, di kecamatan Gegerbitung, Emah (50 tahun) meninggal dunia akibat tanah longsor.
Di kecamatan Tegalbuleud, setidaknya tiga warga dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah Ros (63 tahun), Euis (80 tahun), dan dua korban lainnya yang identitasnya masih dalam proses pendataan. Sementara itu, di kecamatan Pabuaran, Ojan (52 tahun) masih dinyatakan hilang tertimbun longsor.
Upaya pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat. Namun, kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.(*)















