JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi sejak Selasa (3/12) mengakibatkan banjir bandang yang melanda Desa Curugluhur. Peristiwa ini menyebabkan ratusan rumah warga terendam, beberapa rumah rusak akibat longsor, dan sejumlah kendaraan hanyut terbawa arus.
Berdasarkan laporan sementara dari Sekretaris Desa Curugluhur, Dadih, hingga Rabu (4/12) malam, setidaknya 175 rumah warga terendam banjir. Selain itu, 4 rumah dilaporkan rusak akibat tanah longsor. Banjir juga mengakibatkan 8 unit Mobil terbawa hanyut.
“Hujan dengan intensitas tinggi dan luapan Sungai Cikaso menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang ini,” ungkap Dadih.
Banjir merendam sejumlah kampung di Desa Curugluhur, di antaranya Kampung Ciseureuh, Citiis, Batucuri, Muaracihaur, Nagrog, Sindanghayu, Parungseah, Panembong, Karajeun, dan Puncakkalong. Kondisi paling parah terjadi di Kampung Parungseah, di mana hampir 30 rumah warga terendam.
Pemerintah Desa Curugluhur bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Forkopimcam, relawan Tagana Kabupaten Sukabumi, dan P2BK Kecamatan Sagaranten telah melakukan koordinasi untuk membantu warga yang terdampak. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan.
“Saat ini, warga yang terdampak membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, pakaian, perahu karet, sembako, obat-obatan, dan tenda darurat.” ucapannya.
Hingga pukul 19.10 WIB, hujan mulai reda dan air perlahan surut. Namun, petugas masih terus melakukan assessment dan penanganan di lokasi bencana.
“Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian materiil akibat banjir bandang tersebut diperkirakan cukup besar.” pungkasnya.(*)















