JENTERANEWS.com – Bantuan pemerintah yang seharusnya menjadi berkah bagi para petani kembali tercoreng oleh dugaan penyelewengan. Sebuah traktor roda empat senilai Rp450 juta yang diperuntukkan bagi kelompok tani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini raib entah ke mana. Kasus ini sontak menyorot kembali lemahnya pengawasan dan akuntabilitas dalam penyaluran program bantuan publik.
Laporan resmi terkait dugaan penggelapan alat dan mesin pertanian (alsintan) ini dilayangkan oleh Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Sukabumi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi pada Rabu (11/6/2025). Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas hilangnya aset negara yang sangat vital bagi produktivitas pertanian tersebut.
Menanggapi laporan yang telah menyita perhatian publik, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi akhirnya angkat bicara. Kepala Bidang Sarana Pertanian, Deni Ruslan, pada Kamis (12/6/2025), mengonfirmasi bahwa traktor tersebut merupakan bagian dari program aspirasi seorang anggota DPR RI pada tahun 2023.
Menurutnya, pr. Bqoses pengadaan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Pihak dinas daerah hanya bertugas sebagai perpanjangan tangan untuk menyalurkan bantuan kepada penerima yang telah ditentukan.
“Setelah alat tiba di gudang Dinas Pertanian, kami langsung menyerahkannya kepada kelompok tani di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah. Nama penerima sudah ditetapkan berdasarkan daftar dari tim aspirasi,” jelas Deni kepada wartawan.
Deni menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur serah terima sesuai aturan. Dalam setiap penyerahan bantuan, dinas selalu memberikan peringatan keras bahwa aset tersebut merupakan milik negara yang dipinjamkan dan sama sekali tidak untuk diperjualbelikan serta bebas dari pungutan biaya apa pun.
“Prosedur kami jelas. Kami selalu sampaikan, ini bantuan, jangan dijual dan tidak ada biaya apa pun. Jika di lapangan terjadi penyimpangan oleh oknum tertentu, maka itu menjadi tanggung jawab pribadi oknum tersebut secara hukum,” tegasnya.
Kini, bola panas berada di tangan oknum yang diduga menyelewengkan bantuan tersebut. Pihak Dinas Pertanian menyatakan tidak akan tinggal diam dan sedang melakukan penelusuran internal untuk melacak keberadaan traktor nahas itu.
“Kami saat ini sedang berupaya menelusuri keberadaan alsintan tersebut,” tambah Deni.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak. Deni pun mengajak masyarakat luas untuk tidak ragu melapor dan ikut serta dalam mengawasi setiap program bantuan dari pemerintah.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk ikut menjaga dan mengawasi agar bantuan dari negara tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” tutupnya.
Publik kini menantikan langkah konkret dari Kejaksaan Negeri Sukabumi untuk mengungkap siapa dalang di balik hilangnya traktor yang seharusnya membajak sawah, bukan menguap tanpa jejak.(*)
Reporter: Joko S
Redaktur: Hamjah















