JENTERANEWS.com – Kabupaten Sukabumi mengalami bencana besar akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak 3 hingga 9 Desember 2024. Hujan lebat, tanah longsor, pergerakan tanah, banjir, dan angin kencang berdasarkan data hingga hari ini Senin 9 Desember 2024 Pukul 00.00 WIB-19.00 WIB melanda 176 desa di 39 kecamatan, mengakibatkan dampak signifikan pada ribuan jiwa dan infrastruktur.
Sebanyak 10.237 jiwa dari 6.812 kepala keluarga terdampak langsung. Lebih dari 2.988 jiwa terpaksa mengungsi, dan 790 lainnya terancam. Bencana ini juga menelan 10 korban jiwa dan dua orang dilaporkan hilang. Tidak ada laporan korban luka-luka hingga saat ini. Kerusakan mencakup 1.421 rumah rusak berat, 1.201 rusak sedang, dan 1.192 rusak ringan, dengan tambahan 1.169 rumah terendam air.
Fasilitas umum seperti jalan, sekolah, tempat ibadah, dan jembatan ikut terdampak, dengan total 83 jalan rusak, 120 sekolah, dan 31 jembatan dilaporkan hancur atau tidak berfungsi.
Kecamatan Ciemas, Tegalbuleud, Simpenan, dan Palabuhanratu adalah beberapa wilayah yang paling parah terdampak. Di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, tujuh korban jiwa berasal dari satu lokasi akibat tanah longsor. Sementara itu, pencarian dua korban hilang terus dilakukan di Kecamatan Tegalbuleud dan Pabuaran.
Tim gabungan masih bekerja keras melakukan evakuasi, pendataan, dan koordinasi penanganan darurat. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, pakaian, selimut, hygiene kit, obat-obatan, dan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor.
BPBD Sukabumi bekerja sama dengan BPBD Jawa Barat, TNI, Polri, Basarnas, serta berbagai organisasi relawan. Bantuan alat berat telah diterjunkan, sementara dapur umum dan pos kesehatan mulai beroperasi di beberapa lokasi.
Masyarakat diimbau untuk turut membantu dengan menyumbangkan kebutuhan pokok dan mendukung upaya pemulihan pascabencana. Koordinasi lebih lanjut dapat dilakukan melalui BPBD Sukabumi.(*)















