Menu

Mode Gelap

News · 9 Des 2024 21:43 WIB

Update Bencana Sukabumi: 10.237 Jiwa Terdampak, 10 Korban Meninggal, dan 2 Orang Hilang


					Update Bencana Sukabumi: 10.237 Jiwa Terdampak, 10 Korban Meninggal, dan 2 Orang Hilang Perbesar

JENTERANEWS.com – Kabupaten Sukabumi mengalami bencana besar akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak 3 hingga 9 Desember 2024. Hujan lebat, tanah longsor, pergerakan tanah, banjir, dan angin kencang berdasarkan data hingga hari ini Senin 9 Desember 2024 Pukul 00.00 WIB-19.00 WIB melanda 176 desa di 39 kecamatan, mengakibatkan dampak signifikan pada ribuan jiwa dan infrastruktur.

Sebanyak 10.237 jiwa dari 6.812 kepala keluarga terdampak langsung. Lebih dari 2.988 jiwa terpaksa mengungsi, dan 790 lainnya terancam. Bencana ini juga menelan 10 korban jiwa dan dua orang dilaporkan hilang. Tidak ada laporan korban luka-luka hingga saat ini. Kerusakan mencakup 1.421 rumah rusak berat, 1.201 rusak sedang, dan 1.192 rusak ringan, dengan tambahan 1.169 rumah terendam air.

Fasilitas umum seperti jalan, sekolah, tempat ibadah, dan jembatan ikut terdampak, dengan total 83 jalan rusak, 120 sekolah, dan 31 jembatan dilaporkan hancur atau tidak berfungsi.

Kecamatan Ciemas, Tegalbuleud, Simpenan, dan Palabuhanratu adalah beberapa wilayah yang paling parah terdampak. Di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, tujuh korban jiwa berasal dari satu lokasi akibat tanah longsor. Sementara itu, pencarian dua korban hilang terus dilakukan di Kecamatan Tegalbuleud dan Pabuaran.

Tim gabungan masih bekerja keras melakukan evakuasi, pendataan, dan koordinasi penanganan darurat. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, pakaian, selimut, hygiene kit, obat-obatan, dan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor.

BPBD Sukabumi bekerja sama dengan BPBD Jawa Barat, TNI, Polri, Basarnas, serta berbagai organisasi relawan. Bantuan alat berat telah diterjunkan, sementara dapur umum dan pos kesehatan mulai beroperasi di beberapa lokasi.

Masyarakat diimbau untuk turut membantu dengan menyumbangkan kebutuhan pokok dan mendukung upaya pemulihan pascabencana. Koordinasi lebih lanjut dapat dilakukan melalui BPBD Sukabumi.(*)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News