Menu

Mode Gelap

News · 10 Des 2024 17:33 WIB

Update Terbaru: 1.242 Jiwa Jadi Korban Bencana Curugkembar, Ratusan Rumah Rusak


					Bencana pergerakan tanah di Curugkembar sejumlah rumah tidak dapat dihuni Perbesar

Bencana pergerakan tanah di Curugkembar sejumlah rumah tidak dapat dihuni

JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana alam tanah longsor dan pergerakan tanah yang cukup parah, khususnya di Kecamatan Curugkembar.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Curugkembar, Suryana, hingga Selasa (10/12/2024), tercatat kerugian yang signifikan akibat bencana ini. Sebanyak 425 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 1.242 jiwa terdampak langsung dengan kerusakan rumah yang mereka huni.

Rincian kerusakan rumah menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Sebanyak 179 rumah mengalami kerusakan ringan, 160 rumah rusak sedang, dan 80 rumah lainnya rusak berat. Hal ini berarti ratusan warga kini kehilangan tempat tinggal yang layak dan membutuhkan bantuan mendesak.

Tidak hanya permukiman warga, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) di Kecamatan Curugkembar. Desa Sindangraja menjadi daerah yang paling parah terdampak dengan 33 fasos dan fasum yang rusak. Disusul oleh Desa Cimenteng dengan 12 fasos dan fasum rusak.

“Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Sindangraja, diikuti oleh Desa Cimenteng,” ungkap Suryana saat dikonfirmasi jenteranews.com Selasa (10/12/2024)

Akibat bencana ini, ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat. Kondisi pengungsian saat ini masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD dan instansi terkait lainnya telah melakukan upaya penanganan bencana, mulai dari evakuasi warga, penyaluran bantuan, hingga perbaikan infrastruktur yang rusak. Namun, dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak untuk dapat mengatasi dampak bencana ini secara menyeluruh.

Bencana alam seperti tanah longsor dan pergerakan tanah sering terjadi di wilayah yang memiliki kondisi geografis seperti Kabupaten Sukabumi. Oleh karena itu, penting bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana.(*)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News