JENTERANEWS.com – Bencana longsor yang terjadi pada Rabu lalu (4/12) semakin mempersulit kehidupan warga Desa Bangbayang dan Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Jalan kabupaten yang menjadi satu-satunya akses penghubung kedua desa tersebut putus total, mengakibatkan ribuan warga terisolasi.
Jalan sepanjang 24 kilometer yang menghubungkan Bangbayang dan Nangela ini memang sudah lama dalam kondisi memprihatinkan, terutama pada ruas yang dikelola oleh kedua desa. Kondisi jalan yang rusak parah, ditambah lagi dengan jembatan-jembatan tua yang rapuh, membuat akses transportasi menjadi sangat sulit, bahkan sebelum terjadinya longsor.
Kepala Desa Bangbayang, Dadang Mulyana, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi jalan tersebut. “Jalan ini adalah satu-satunya akses kami menuju pusat kecamatan. Dengan putusnya jalan ini, kami seolah-olah terasing dari dunia luar,” ujarnya. Sabtu (7/12/2024)
Warga kedua desa terpaksa menempuh jarak yang jauh dan melelahkan untuk mencapai pusat kecamatan. Jika ingin ke Tegalbuleud, mereka harus memutar melalui jalur Ciguyang Sagaranten sejauh 70 kilometer atau melalui Kalibunder, Cimanggu, Jampangkulon, dan Cibitung dengan jarak tempuh hampir 120 kilometer. Padahal, jika jalan Bangbayang-Nangela dalam kondisi baik, jarak tempuhnya hanya sekitar 25 kilometer.
Beberapa jembatan yang dibangun pada tahun 2010, seperti jembatan Cilantung, Cikerud, Cigugur Girang, dan Cigugur Hilir, juga membutuhkan perbaikan serius. Kondisi jembatan-jembatan ini semakin mempersulit akses transportasi dan mengancam keselamatan warga.
Dadang berharap pemerintah provinsi dan pusat segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. “Kami sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah kami. Ini adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat,” tegasnya.(*)















