Menu

Mode Gelap

Laporan: Ijus Agus Suhandi · 9 Feb 2026 22:02 WIB

Bocah Tewas Tertembak Senapan Angin, Polres Sukabumi Kota Tunggu Langkah Keluarga


					Suasana di ruang tunggu fasilitas kesehatan, tempat di mana pihak kepolisian dan keluarga diduga berkumpul terkait kasus meninggalnya bocah perempuan akibat tertembak senapan angin oleh ayah tirinya. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RS Betha Medika, Sukabumi, sebelum menghembuskan napas terakhir. Perbesar

Suasana di ruang tunggu fasilitas kesehatan, tempat di mana pihak kepolisian dan keluarga diduga berkumpul terkait kasus meninggalnya bocah perempuan akibat tertembak senapan angin oleh ayah tirinya. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RS Betha Medika, Sukabumi, sebelum menghembuskan napas terakhir.

JENTERANEWS.com – Kabar duka menyelimuti Kampung Bobojong Cijagung, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit. SH, bocah perempuan berusia 6 tahun yang menjadi korban insiden tertembak senapan angin oleh ayah tirinya, akhirnya meninggal dunia.

Korban menghembuskan napas terakhir pada Minggu malam (8/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Betha Medika, Sukabumi, setelah berjuang melewati masa kritis selama tiga hari akibat luka tembak yang sangat fatal.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, membenarkan informasi mengenai meninggalnya korban. Berdasarkan keterangan medis dan kepolisian, tingkat keparahan luka menjadi faktor utama yang merenggut nyawa korban.

Insiden tersebut melibatkan senapan angin jenis Pre-Charged Pneumatic (PCP) berkaliber 4,5 milimeter. Proyektil peluru menghantam bagian atas pelipis mata korban dengan kekuatan tinggi hingga menembus bagian belakang kepala.

“Luka yang dialami sangat fatal. Korban tidak sadarkan diri sejak kejadian pertama kali hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Ade Ruli saat memberikan konfirmasi kepada awak media, Senin (9/2/2026).

Meski unsur pidana dalam kasus ini terlihat jelas dan nyawa telah melayang, proses hukum belum dapat bergulir sepenuhnya ke tahap penyidikan formal. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa hingga saat ini, keluarga korban belum membuat laporan resmi (Laporan Polisi/LP).

Menurut Ipda Ade, penundaan laporan ini didasari oleh permintaan pihak keluarga dan kepala desa setempat sesaat setelah kejadian. Kala itu, prioritas utama keluarga adalah upaya penyelamatan nyawa korban yang tengah dirawat intensif.

“Pihak kepolisian sebenarnya sudah melakukan langkah awal berupa penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat. Namun, untuk proses hukum lebih lanjut, harus ada laporan polisi sebagai dasar formilnya,” jelas Ade.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti kasus ini secara menyeluruh. Sejauh ini, polisi telah melakukan langkah proaktif dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait, termasuk S (35), ayah tiri korban yang diduga sebagai pelaku penembakan.

“Kami baru sebatas melakukan klarifikasi dan pengambilan keterangan. Kami menunggu laporan resmi dari pihak keluarga untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” tegas Ade.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman korban di Kampung Bobojong Cijagung RT 21/09. Insiden bermula ketika S (35) sedang memegang senapan angin miliknya. Tanpa diduga, senapan tersebut meletus dan mengenai putri tirinya, SH, yang mengakibatkan cedera kepala berat hingga berujung pada kematian.

Kini, publik menanti apakah pihak keluarga akan segera melayangkan laporan resmi agar keadilan bagi SH dapat ditegakkan melalui proses hukum yang berlaku.(*)


Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Misteri Kematian Tragis Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Penuh Luka Bakar, Tim Forensik Tunggu Hasil Lab

20 Februari 2026 - 16:56 WIB

Sejumlah petugas medis dan polisi memindahkan kantong jenazah berwarna kuning berisi jasad NS (12) dari ambulans untuk proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Jumat (20/2/2026).

Sukabumi Rintis Desa Mandiri Energi: DPRD dan Pemkab Bersinergi Resmikan Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House

16 Februari 2026 - 17:00 WIB

Bupati Asep Japar bersama Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali meresmikan fasilitas energi terbarukan di Desa Cidadap. Kehadiran unsur pimpinan daerah dan legislatif ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan desa mandiri energi dan ekonomi sirkular di Kabupaten Sukabumi.

Drama Begal di Cisaat Ternyata Rekayasa: Sopir Sayur Ikat Diri Sendiri Demi Hindari Utang

31 Januari 2026 - 13:16 WIB

Pria berinisial N (kiri) saat memberikan keterangan kepada Kapolsek Cisaat AKP Yanto Sudiarto (kanan) di Mapolsek Cisaat, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). N akhirnya mengakui bahwa narasi pembegalan yang menimpa dirinya hanyalah rekayasa demi menghindari kewajiban melunasi utang dan biaya pernikahan.

Sidak Komisi I DPRD Sukabumi Bongkar Dugaan HGU Ilegal dan Alih Fungsi Lahan di Cidolog: Negara Berpotensi Rugi

21 Januari 2026 - 17:29 WIB

Suasana rapat koordinasi dalam rangka kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi di Desa Cidolog, Rabu (21/1/2026). Pertemuan yang turut dihadiri oleh unsur dinas terkait dan pemerintah setempat ini membahas temuan krusial mengenai dugaan pelanggaran izin HGU dan alih fungsi lahan perkebunan di wilayah tersebut.

Kejar Regulasi Responsif, Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi Bedah Dua Raperda Strategis Bersama Dishub

12 Januari 2026 - 16:09 WIB

Suasana rapat kerja Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Perhubungan saat membahas pendalaman materi dua Raperda strategis terkait Perhubungan dan Ketertiban Umum di Gedung DPRD, Senin (12/1/2026).

Sukabumi Siaga Bencana: Ketua DPRD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan di Musim Penghujan

18 Desember 2024 - 14:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali.
Trending di Laporan: Ijus Agus Suhandi