Menu

Mode Gelap

News · 10 Des 2024 10:12 WIB

Bencana Berulang: Longsor Kembali Terjadi di Jalur Bagbagan-Kiaradua Sukabumi


					Hujan Deras Picu Bencana Berulang, Jalur Vital  Bagbagan-Kiaradua Sukabumi Terancam Perbesar

Hujan Deras Picu Bencana Berulang, Jalur Vital Bagbagan-Kiaradua Sukabumi Terancam

JENTERANEWS.com – Baru saja dinyatakan aman untuk dilalui, jalur penghubung Bagbagan-Kiaradua di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali lumpuh akibat longsor susulan. Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah jalur tersebut dinyatakan steril dari material longsor sebelumnya.

Roji, warga setempat, melaporkan bahwa pada Senin (9/12) sore, jalur sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, pada Selasa (10/12) pagi, longsor kembali terjadi di titik yang sama. “Padahal kemarin sudah dibersihkan pakai alat berat, tapi pagi ini longsor lagi,” keluh Roji.

Camat Simpenan, R. Ade Akhsan Artadiredja, membenarkan adanya longsor susulan tersebut. Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut telah menyebabkan 13 titik longsor di sepanjang jalur Bagbagan-Kiaradua. “Meskipun sudah dibersihkan sejak 7 Desember lalu, potensi longsor masih sangat tinggi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, alat berat terus disiagakan di lokasi. “Alat berat siap beroperasi kapan saja jika terjadi longsor susulan,” tegas Camat.

Sementara itu, jalur menuju Geopark Ciletuh yang melewati Loji hingga kini masih belum bisa dilalui. Tiga jembatan penting, yaitu Cisantri, Sangrawayang, dan Cipatitiran, dilaporkan roboh akibat bencana alam. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Dinas PUPR, tengah berupaya secepat mungkin memperbaiki jembatan-jembatan tersebut.

“Targetnya, tiga jembatan ini bisa selesai dalam waktu satu setengah bulan,” kata Camat. Namun, ia mengakui bahwa perbaikan jembatan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Longsor susulan di jalur Bagbagan-Kiaradua dipastikan akan berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terisolir. Selain itu, sektor pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh juga akan terdampak, mengingat akses menuju kawasan wisata tersebut terputus.(*)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News