JENTERANEWS.com – Baru saja dinyatakan aman untuk dilalui, jalur penghubung Bagbagan-Kiaradua di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali lumpuh akibat longsor susulan. Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah jalur tersebut dinyatakan steril dari material longsor sebelumnya.
Roji, warga setempat, melaporkan bahwa pada Senin (9/12) sore, jalur sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, pada Selasa (10/12) pagi, longsor kembali terjadi di titik yang sama. “Padahal kemarin sudah dibersihkan pakai alat berat, tapi pagi ini longsor lagi,” keluh Roji.
Camat Simpenan, R. Ade Akhsan Artadiredja, membenarkan adanya longsor susulan tersebut. Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut telah menyebabkan 13 titik longsor di sepanjang jalur Bagbagan-Kiaradua. “Meskipun sudah dibersihkan sejak 7 Desember lalu, potensi longsor masih sangat tinggi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, alat berat terus disiagakan di lokasi. “Alat berat siap beroperasi kapan saja jika terjadi longsor susulan,” tegas Camat.
Sementara itu, jalur menuju Geopark Ciletuh yang melewati Loji hingga kini masih belum bisa dilalui. Tiga jembatan penting, yaitu Cisantri, Sangrawayang, dan Cipatitiran, dilaporkan roboh akibat bencana alam. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Dinas PUPR, tengah berupaya secepat mungkin memperbaiki jembatan-jembatan tersebut.
“Targetnya, tiga jembatan ini bisa selesai dalam waktu satu setengah bulan,” kata Camat. Namun, ia mengakui bahwa perbaikan jembatan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Longsor susulan di jalur Bagbagan-Kiaradua dipastikan akan berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terisolir. Selain itu, sektor pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh juga akan terdampak, mengingat akses menuju kawasan wisata tersebut terputus.(*)















