Menu

Mode Gelap

Bencana · 19 Jan 2025 13:31 WIB

Jalan Nasional Bagbagan Kembali Tertimbun Longsor, Forkopimcam Simpenan Gerak Cepat Lakukan Evakuasi


					Petugas gabungan dari P2BK, BPBD, dan Dinas PU berupaya membersihkan material longsor yang menutupi Jalan Nasional Bagbagan di Kampung Cimapag, Simpenan, Sabtu (18/1/2025). Perbesar

Petugas gabungan dari P2BK, BPBD, dan Dinas PU berupaya membersihkan material longsor yang menutupi Jalan Nasional Bagbagan di Kampung Cimapag, Simpenan, Sabtu (18/1/2025).

JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Simpenan sejak Jumat malam (17/1/2025) kembali menyebabkan longsor di Jalan Nasional Bagbagan, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari (18/1/2025) sekitar pukul 03:00 WIB ini memaksa Forkopimcam Simpenan untuk segera turun tangan melakukan evakuasi material longsor.

Camat Simpenan, Akhsan Bratadiredja, menjelaskan bahwa longsor susulan ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan berlangsung tanpa henti. “Peristiwa terjadi pada Sabtu dini hari setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras yang berlangsung tanpa henti sehingga mengakibatkan longsor susulan,” ujarnya.

Kondisi Jalan Nasional Bagbagan di Kampung Cimapag, Simpenan, pasca longsor yang terjadi pada Sabtu (18/1/2025). Pengendara diimbau untuk berhati-hati mengingat cuaca yang masih belum menentu.

Kondisi Jalan Nasional Bagbagan di Kampung Cimapag, Simpenan, pasca longsor yang terjadi pada Sabtu (18/1/2025). Pengendara diimbau untuk berhati-hati mengingat cuaca yang masih belum menentu.

Tim gabungan yang terdiri dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), BPBD Kabupaten Sukabumi, dan Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk menangani material longsor yang menutupi jalan. Upaya evakuasi terus dilakukan hingga akhirnya pada pukul 13:50 WIB, jalan kembali dapat dilalui dengan sistem buka tutup.

Meskipun jalan sudah dapat dilalui, Camat Simpenan mengimbau kepada seluruh pengendara yang melintasi jalur tersebut untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat kondisi cuaca yang masih belum membaik, potensi terjadinya longsor susulan masih cukup tinggi. “Semoga kejadian longsor ini bisa kembali pulih,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Hanyut Diterjang Arus Deras

15 April 2026 - 07:21 WIB

Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan.

Diterjang Longsor dan Banjir Bandang, Akses Sukabumi-Sagaranten Terapkan Buka-Tutup

14 April 2026 - 16:54 WIB

petugas gabungan, yang terdiri dari personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II dan relawan setempat, berupaya keras menyingkirkan material batu dan lumpur yang menyumbat sebagian ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4/2026)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Rumah Rusak Berat dan Warga Terluka

12 April 2026 - 09:19 WIB

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Gria Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang hancur usai diterjang material tebing longsor, Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan memicu longsoran tebing setinggi 7 meter yang menjebol dinding rumah dan menyebabkan satu orang terluka. (Foto: Dok. P2BK Sukalarang)

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Trending di Bencana