Menu

Mode Gelap

Laporan: Ijus Agus Suhandi · 29 Mar 2024 20:20 WIB

Kades Gunungbentang Geram Program PTSL Sempat Dituding Ada Pungli, Ini Ungkapannya


					Ilustrasi sertifikat tanah program PTSL di Desa Gunungbentang. Perbesar

Ilustrasi sertifikat tanah program PTSL di Desa Gunungbentang.

JENTERANEWS.com – Kepala Desa Gunungbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, H.Jajat Sudrajat mengaku mekanisme pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di wilayahnya sudah sesuai dengan aturan.

“Kami bersama Ketua panitia PTSL dan jajaran saat pelaksanaan program PTSL telah sesuai regulasi dan tidak berani melanggar yang sudah diatur dari pemerintah,” ucapnya ketika dikonfirmasi, Jumat, (29/3/2024).

H.Jajat, menegaskan, tak ada pungli seperti yang dituduhkan selama ini, apalagi yang dialamatkan kepadanya. Apalagi soal dugaan pungli yang dituduhkan sebesar Rp 1.000.000, sempat beredar di media lainnya.

Baca Juga:   Pemuda Penginjak Al-Qur'an di Sukabumi Akhirnya Ditangkap di Warung Sate

“Soal itu kami luruskan persoalan ini, Desa Gunungbentang, tidak ada Pungutan Liar (Pungli). Bahkan biaya tambahan, lalu kenapa orang lain menyebut di sini ada pungli kalau emang ada, bisa lapor ke saya dan kami pecat dan diserahkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Saat ini di desa Gunungbentang mendapatkan kuota 500 bidang tanah untuk disertifikatkan melalui program PTSL, namun pemohon yang mengajukan mengurus PTSL kurang dari 500 pemohon, jadi satu pemohonnya ada yang mengajukan 3 bidang bahkan 4 bidang tanah. H. Jajat kembali menegaskan, pihak panitia tidak ada menarik tarif uang melebihi aturan yang ditetapkan pemerintah kepada pemohon.

Baca Juga:   Nekat Mencuri Motor di Keramaian Wisata Pantai Karanghawu, Pelaku Nyaris Dihakimi Massa

“Memang ada biaya administrasi, namun itu untuk pembiayaan tiga kegiatan dalam persiapan PTSL antara lain, menyiapkan berkas dokumen, materai, pengadaan patok dan operasional petugas panitia. Hal ini seusai regulasi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri,” terangnya.

H.jajat berharap, Pemerintah Desa Gunungbentang terus memaksimalkan upaya mengurangi permasalahan tanah dengan melaksanakan program PTSL yang telah diatur dalam instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2018.

Baca Juga:   Petugas KPPS di Pabuaran Sukabumi Meninggal Diduga Kelelahan

“Tanah warga di desa Gunungbentang ini agar dapat kepastian hukum atas hak atas tanah kepemilikannya mereka masing-masing, dengan mengikuti program PTSL ini,” ujarnya.

Dia menambahkan prosesi pelaksanaan PTSL hingga sampai saat ini berjalan lancar, sehingga digelar penyuluhan PTSL oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi dan Muspika Sagaranten Kepada masyarakat pada bulan Nopember 2023 lalu.

“Sebelumnya, saat penyuluhan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dihadiri, Camat Sagaranten, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten sukabumi, Bhabinkamtibmas dan Babinsa,”pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 165 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Penyerahan Zis Ponpes Modern Assalam, Wabup Sukabumi” Inspirasi Bagi Kita Terus Berbuat Baik Dan Peduli Sesama”

7 April 2024 - 12:38 WIB

Penyerahan Zis Ponpes Modern Assalam, Wabup" Inspirasi Bagi Kita Terus Berbuat Baik Dan Peduli Sesama"

Sediakan Mudik Gratis, Polres Sukabumi Kota Berangkatkan Puluhan Warga ke Cirebon

6 April 2024 - 15:45 WIB

Sediakan Mudik Gratis, Polres Sukabumi Kota Berangkatkan Puluhan Warga ke Cirebon

Kades Santi Sulastri Bersama PKK, Sapa Keluarga Pasien RSUD Sagaranten

6 April 2024 - 12:10 WIB

Kades Sagaranten saat membagikan ta'jil kepada keluarga pasien RSUD Sagaranten

Polisi di Pabuaran Sukabumi Dikeroyok Usai Tegur Sejumlah Pria Mabuk

5 April 2024 - 15:51 WIB

Polisi di Pabuaran Sukabumi Dikeroyok Usai Tegur Sejumlah Pria Mabuk

Polres Sukabumi Kota Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Knalpot Yang Tidak Sesuai Spesifikasi

5 April 2024 - 09:23 WIB

Sukabumi

Wabup Iyos Dukung Transformasi Dan Optimalisasi Layanan Kesehatan Masyarakat

4 April 2024 - 15:36 WIB

Wabup Iyos Dukung Transformasi Dan Optimalisasi Layanan Kesehatan Masyarakat
Trending di Laporan: Ijus Agus Suhandi