JENTERANEWS.com – Setelah sepekan berjibaku mencari korban longsor yang menimpa Kabupaten Sukabumi, Badan SAR Nasional (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian pada Selasa (10/12/2024). Dua warga, Ojang (53) dan Eros (80), hingga kini belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
Keputusan penutupan operasi ini diambil setelah mempertimbangkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. “Sesuai SOP, operasi SAR biasanya berlangsung selama tujuh hari. Namun, meski berat, kami harus menghormati keputusan pimpinan untuk tidak memperpanjangnya,” ungkap Koordinator Basarnas Pos SAR Sukabumi, Suryo Adi.
Selama operasi, tim SAR gabungan telah mengerahkan segala upaya untuk menemukan kedua korban. Sayangnya, kendala alam seperti medan yang sulit, area longsor yang luas, dan hujan deras yang terus-menerus menghambat proses pencarian. Di beberapa lokasi, alat berat bahkan tidak bisa masuk.
“Kami telah melakukan segala cara, termasuk menyisir setiap sudut lokasi longsor. Namun, takdir berkata lain,” tambah Suryo dengan nada pilu.
Meski berat hati, keluarga korban akhirnya menerima kenyataan pahit ini. Suryo menyampaikan bahwa pihak keluarga telah memahami keputusan penutupan operasi dan memilih untuk ikhlas.
Namun, harapan untuk menemukan kedua korban masih terbuka. Jika ada informasi baru atau tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR bisa saja dibuka kembali. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi,” tegas Suryo.
Sebagai informasi, bencana longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Sukabumi pada Rabu (4/12/2024) telah mengakibatkan kerusakan parah dan sejumlah korban jiwa. Dari 12 orang yang sempat dilaporkan hilang, 10 di antaranya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.(*)















