JENTERANEWS.com– Kabupaten Sukabumi kembali berambisi meraih prestasi tertinggi dalam Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Jawa Barat tahun 2024. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat melakukan monitoring di lokasi penilaian P2WKSS Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Senin (9/12).
“Kami menargetkan untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih pada tahun-tahun sebelumnya. Insya Allah, Kabupaten Sukabumi bisa meraih juara umum,” tegas Sekda dengan penuh optimisme.
Desa Cicareuh yang terpilih sebagai lokus penilaian telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Mulai dari infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga program-program unggulan yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga. “Kami sudah siap untuk dinilai oleh tim Provinsi Jawa Barat,” ujar Kepala Desa Cicareuh, Ramdhan Rustarmono.
P2WKSS di Desa Cicareuh tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, seperti rumah tidak layak huni (rutilahu) dan infrastruktur dasar. Namun, program ini juga menekankan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga.
“Salah satu program unggulan kami adalah kelompok PEKKA (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Kelompok ini berperan aktif dalam berbagai kegiatan produktif, seperti pembuatan kerajinan tangan dan pengelolaan usaha kecil menengah,” jelas Ketua TP PKK Desa Cicareuh.
Meskipun optimis, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tetap menyadari bahwa persaingan dalam ajang P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat sangat ketat. Namun, dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan target untuk meraih juara umum dapat terwujud.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dengan baik untuk menyukseskan program P2WKSS ini. Semoga Kabupaten Sukabumi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” pungkas Sekda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengungkapkan bahwa tim penilai dari Provinsi Jawa Barat akan melakukan verifikasi pada tanggal 13 Desember 2024. Tim penilai akan berkeliling ke berbagai lokasi untuk melihat langsung implementasi program P2WKSS di lapangan.
“Penilaian tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aspek non-fisik seperti partisipasi masyarakat, inovasi program, dan keberlanjutan program,” ujar Eki.(*)















